Food & Sustainable Business Development / Sustainable Officer DARI KOMODITAS LOKAL → PANGAN → TEKNOLOGI PABRIK → ENERGI BERKELANJUTAN UPDATE: 27 OKTOBER 2026
Anggieta Liliani bergerak pada pengembangan food & sustainable business di ASINDO Group, sebuah ekosistem agroindustri yang tidak hanya melihat singkong dan sagu sebagai komoditas, tetapi mendorongnya menjadi produk bernilai tambah melalui teknologi pengolahan dan pendekatan industri berkelanjutan.
BARANG & TEKNOLOGINYA BISA MASUK KE MANA? SINGKONG & SAGU ↓ PROCESSING TECHNOLOGY ↓ TAPIOCA • SAGO STARCH • VALUE-ADDED FOOD ↓ FOOD & BEVERAGE • FOOD INGREDIENT • STARCH INDUSTRY • AGROINDUSTRY • EXPORT
Dan dari sisi sustainability: AGRO WASTE → WASTEWATER TREATMENT → BIOGAS → ENERGY Artinya kapabilitas ASINDO dapat masuk ke Food Processing • Tapioca & Starch Industry • Sago Processing • Palm Oil • Sugar • Ethanol • Biomass • Agroindustry • Waste Treatment • Renewable Energy.
KENAPA DIBERIKAN AWARD? Nilai inovasinya bukan hanya pada produk yang dihasilkan, tetapi pada bagaimana sebuah komoditas pertanian dapat dibangun menjadi rantai nilai industri yang lebih lengkap. Singkong dan sagu tidak berhenti sebagai bahan mentah. Komoditas tersebut dikembangkan menjadi starch dan produk pangan bernilai tambah, didukung mesin serta engineering proses, sementara limbah produksinya dapat dikelola melalui teknologi wastewater dan biogas menuju pemanfaatan energi.
Atas pencapaian inovasinya dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal, pengembangan produk pangan, teknologi pengolahan agroindustri, serta pendekatan industri yang lebih berkelanjutan, FSII — Forum Sinergi Inovasi Industri bersama TENDER INDONESIA memberikan: AGRO & FOOD INDUSTRY INNOVATION AWARD 2026 KEPADA ANGGIETA LILIANI — ASINDO GROUP Mengubah komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah, teknologi industri, dan solusi berkelanjutan.