ELANG HITAM: DARI PROTOTIPE MENUJU KESIAPAN OPERASIONAL
Drone MALE Nasional Memasuki Tahap Penting Pengujian dan Sertifikasi Elang Hitam merupakan salah satu proyek UAV paling ambisius yang dikembangkan Indonesia. Pesawat tanpa awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE) ini dikembangkan melalui konsorsium nasional dengan keterlibatan PTDI, BRIN dan sejumlah institusi terkait. Berbeda dengan drone kecil untuk pemetaan atau pertanian, Elang Hitam dirancang untuk misi pengawasan wilayah yang membutuhkan daya jelajah dan durasi penerbangan lebih panjang.
SPESIFIKASI DESAIN - Bentang sayap: sekitar 16 meter. - Panjang badan: sekitar 8,73 meter. - Berat maksimum lepas landas: sekitar 1.300 kg. - Kapasitas muatan: hingga 300 kg. - Ketinggian operasi rancangan: hingga sekitar 7.200 meter. - Jangkauan komunikasi Line of Sight: sekitar 250 km.
PERKEMBANGAN PENTING Pada 28 Juli 2025, PTDI melaksanakan uji terbang Elang Hitam di Bandara Kertajati, Majalengka. Pengembangan kemudian diarahkan pada penyempurnaan sistem penerbangan, pengujian, dan proses sertifikasi. PTDI menyampaikan sasaran sertifikasi pada 2027 serta kesiapan operasional pada 2028. Target tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pengujian dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.
APA YANG MENJADI TANTANGAN? Pengembangan UAV MALE bukan hanya persoalan membuat pesawat dapat terbang. Sistem kendali penerbangan, komunikasi data, navigasi, perangkat sensor, keselamatan operasi, serta keandalan mesin harus bekerja sebagai satu kesatuan.
SOROTAN INDUSTRI Elang Hitam menjadi proyek penting untuk mengembangkan kemampuan nasional sebagai integrator pesawat tanpa awak berukuran besar. Keberhasilannya akan semakin bermakna apabila diikuti kemampuan produksi, dukungan komponen, dan pemeliharaan di dalam negeri.