PTDI Gandeng Mitra China, dari Pesawat Tanpa Awak hingga Sistem Anti-Drone
Industri dirgantara Indonesia memasuki perkembangan menarik. Pada 19 Mei 2026, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengumumkan kolaborasi dengan Guangzhou Haige Communications Group dari China dan PT Modern Internasional Tbk. Kerja sama ini membuka pengembangan teknologi pesawat tanpa awak (UAV), sistem penangkal drone (Counter-UAS), komunikasi, navigasi, serta integrasi sistem kendali. Perkembangan tersebut berlangsung ketika drone semakin luas digunakan, tidak hanya untuk kebutuhan pertahanan, tetapi juga pengawasan wilayah, pemetaan, pertanian, inspeksi infrastruktur, dan operasi maritim.
Di sisi lain, perkembangan drone berukuran kecil menciptakan kebutuhan baru untuk melindungi bandara, pangkalan militer, kilang, pembangkit listrik, dan fasilitas strategis.
DUA ARAH PERKEMBANGAN INDUSTRI
UAV — Pesawat Tanpa Awak Mengembangkan kemampuan terbang, navigasi, pengawasan, pengumpulan data, dan pelaksanaan misi secara otomatis atau dikendalikan dari jarak jauh.
COUNTER-UAS — Sistem Anti-Drone Mengembangkan kemampuan mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, serta menangani ancaman drone secara aman dan sesuai kewenangan. Bagi Indonesia, kedua teknologi tersebut membuka peluang bagi industri aerostructure, elektronika, radar, telekomunikasi, perangkat lunak, dan integrasi sistem.
SOROTAN INDUSTRI Nilai strategis kerja sama PTDI tidak hanya terletak pada produk UAV yang mungkin dihasilkan, tetapi juga pada sejauh mana kemampuan desain, perangkat lunak, manufaktur, pengujian, dan pemeliharaan dapat dikuasai industri nasional.