DARI KELOR LOKAL MENJADI INOVASI PANGAN BERNILAI TAMBAH
Anita Wahyu Deviani melihat kelor bukan hanya sebagai tanaman yang dikonsumsi secara tradisional, tetapi sebagai bahan baku yang masih dapat dinaikkan nilai ekonominya. Melalui Herbasina Nutrindo, kelor kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk: teh dan serbuk kelor, kapsul, mie kelor, cookies, stik, minyak kelor, Morichoco, sempol hingga ice cream kelor serta produk herbal lainnya. Artinya, inovasinya bukan sekadar menciptakan satu produk baru. SATU KOMODITAS → BANYAK PRODUK → BANYAK PASAR
Produk tersebut membuka jalan kelor masuk ke berbagai segmen: HEALTHY FOOD • FUNCTIONAL FOOD • HERBAL & WELLNESS • SNACK • INSTANT FOOD • RETAIL • MARKETPLACE • OLEH-OLEH • HORECA • CORPORATE GIFT
KENAPA ANITA DIBERIKAN AWARD? Karena Anita menunjukkan bagaimana komoditas pertanian lokal dapat ditransformasikan menjadi sebuah ekosistem produk bernilai tambah. Yang sebelumnya berupa bahan pertanian sederhana, dikembangkan melalui pengolahan, diversifikasi produk, branding dan pemasaran sehingga mempunyai lebih banyak bentuk produk dan lebih banyak kemungkinan pasar. Dampaknya juga tidak berhenti pada produk. Pengembangan Herbasina ikut membuka peluang bagi masyarakat sekitar dalam budidaya dan penyediaan kelor sebagai bahan baku, sehingga pertumbuhan produk dapat terhubung kembali dengan ekonomi lokal.
INILAH NILAI INOVASINYA KELOR LOKAL ↓ INOVASI & DIVERSIFIKASI PRODUK ↓ NILAI EKONOMI LEBIH TINGGI ↓ PASAR LEBIH LUAS ↓ PELUANG BAGI MASYARAKAT LOKAL
Atas pencapaiannya dalam mentransformasikan kelor lokal menjadi beragam produk agro-food bernilai tambah, memperluas pemanfaatan komoditas pertanian ke berbagai segmen pasar, serta menghubungkan inovasi produk dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,
ANITA WAHYU DEVIANI, S.Si HERBASINA NUTRINDO diberikan AGRO & FOOD INDUSTRY INNOVATION AWARD 2026 oleh FSII — FORUM SINERGI INOVASI INDUSTRI & TENDER INDONESIA