DARI KARAWANG HINGGA CIRATA, TEKNOLOGI PLTS CHINA HADIR DI INDONESIA
Keterlibatan perusahaan China dalam pengembangan PLTS Indonesia mencakup pembangkit berbasis darat, pembangkit terapung, hingga pengembangan proyek energi surya berikutnya.
PLTS KARAWANG — JAWA BARAT (100 MWp | Beroperasi 2024) PowerChina Hubei terlibat dalam pembangunan PLTS berbasis darat yang memasok listrik bagi Kawasan Industri Kota Bukit Indah di Purwakarta. Proyek ini menjadi contoh penerapan PLTS skala besar untuk kebutuhan energi kawasan manufaktur.
PLTS TERAPUNG CIRATA — JAWA BARAT (192 MWp / 145 MWac | Beroperasi 2023) PLTS Terapung Cirata merupakan salah satu proyek energi surya terbesar di Indonesia. PowerChina Huadong terlibat dalam pekerjaan konstruksi, sementara Sungrow FPV menyediakan teknologi sistem terapung dan penambatan panel surya. Proyek ini memperlihatkan penerapan teknologi fotovoltaik pada permukaan waduk dengan kondisi perairan yang dinamis.
PLTS TERAPUNG KARANGKATES — JAWA TIMUR (130 MWp / 100 MWac | Dalam pengembangan) Proyek PLTS Terapung Karangkates atau Sutami melibatkan GD Power Hong Kong Overseas Investment sebagai mitra pengembangan. Proyek ini memperluas penerapan teknologi PLTS terapung pada infrastruktur waduk Indonesia, dengan target operasi pada akhir 2026 menurut informasi proyek yang dipublikasikan sebelumnya.
TIGA PROYEK, BERAGAM PENERAPAN TEKNOLOGI Karawang menunjukkan penerapan PLTS berbasis darat untuk kawasan industri. Cirata memperlihatkan pemanfaatan permukaan waduk. Karangkates menjadi bagian dari kelanjutan pengembangan pembangkit surya terapung. Kehadiran perusahaan China dalam proyek-proyek tersebut mencakup engineering, konstruksi, teknologi peralatan, dan kerja sama pengembangan pembangkit.