DARI DRONE TANPA AWAK MENUJU TAKSI TERBANG BUATAN INDONESIA
VELA ALPHA dan FROGS 282 Membuka Babak Baru Teknologi Penerbangan Nasional
Perkembangan teknologi drone Indonesia tidak lagi terbatas pada pesawat pengintai, pemetaan, atau pertanian. Perusahaan nasional mulai mengembangkan pesawat listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, dikenal sebagai Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL). Salah satu perkembangan paling menarik adalah VELA ALPHA, yang dikembangkan VELA Aero.
VELA ALPHA: MENUJU UJI TERBANG Pada 2026, VELA memperkenalkan prototipe skala penuh pesawat yang dirancang membawa satu pilot dan enam penumpang.
Dua konfigurasi penggerak disiapkan: - eVTOL listrik: jarak tempuh rancangan hingga 150 km. - hVTOL hybrid: jarak tempuh rancangan hingga 500 km. - Kecepatan jelajah yang ditargetkan: hingga 250 km/jam.
Uji terbang perdana ditargetkan berlangsung pada kuartal IV 2026, dengan rencana memasuki layanan pada 2029 setelah memenuhi persyaratan sertifikasi.
50 UNIT DALAM RENCANA KERJA SAMA VELA dan Whitesky Aviation mengumumkan MoU terkait rencana pengadaan 50 unit VELA ALPHA untuk layanan penghubung bandara, taksi udara, pariwisata, dan logistik.
Angka tersebut merupakan rencana kerja sama, bukan jumlah pesawat yang telah diproduksi atau diserahkan.
FROGS 282: PIONIR DRONE PENUMPANG FROGS Indonesia telah menguji wahana penumpang listrik berkapasitas dua orang pada Maret 2020 di Gunungkidul, Yogyakarta. Dalam pengujian awal tersebut, wahana berhasil terangkat beberapa sentimeter dari permukaan tanah. Pengujian ini menjadi langkah awal pengembangan, belum merupakan penerbangan komersial berpenumpang.
PELUANG INDUSTRI BARU Pesawat eVTOL membutuhkan baterai, motor listrik, sistem kendali, struktur ringan, fasilitas pengisian energi, vertiport, layanan MRO, dan infrastruktur keselamatan penerbangan.
SOROTAN INDUSTRI Taksi terbang Indonesia masih berada dalam perjalanan menuju sertifikasi dan penggunaan nyata. Namun, pengembangannya mulai membuka kemungkinan tumbuhnya rantai pasok baru yang menghubungkan industri penerbangan, otomotif listrik, elektronika, energi, dan infrastruktur.