RUBRIK VOLUME 138 :
 
o BUSINESS UPDATES
o TENDER UPDATE SENIN
o TENDER UPDATE SELASA
o TENDER UPDATE RABU
o TENDER UPDATE KAMIS
o TENDER UPDATE JUMAT
 
PROJECT UPDATE
PEPC DISASTER RECOVERY CENTER DARI PRIMARY DATA CENTER MENUJU SISTEM PEMULIHAN OPERASI IT
UPDATE: 23 OKTOBER 2026

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) sedang menyiapkan implementasi Disaster Recovery Center (DRC) IT untuk memastikan layanan digital perusahaan tidak berhenti ketika Primary Data Center mengalami gangguan besar. 
Proyek ini merupakan kelanjutan dari kesiapan recovery yang sebelumnya telah dibangun melalui ICT Masterplan, roadmap implementasi DRC dan IT Recovery Plan. Karena itu, inti proyek bukan menyediakan lokasi kedua berisi server cadangan, melainkan membentuk sistem pemulihan yang dapat mengambil alih layanan IT PEPC ketika lingkungan utama tidak dapat digunakan. Titik awal implementasi adalah menentukan workload yang benar-benar harus dipulihkan. Tidak seluruh aplikasi harus memperoleh tingkat proteksi yang sama.  Aplikasi yang menopang operasi, data produksi, fungsi bisnis dan layanan pendukung perlu dipetakan berdasarkan criticality, volume data serta dependency-nya.

Dari pemetaan tersebut ditentukan RTO, yaitu batas waktu layanan harus kembali beroperasi, dan RPO, yaitu batas kehilangan data yang masih dapat diterima. RTO/RPO kemudian menentukan kebutuhan compute, storage, metode replication dan bandwidth antara Primary DC dan DRC. Sampai saat ini jumlah protected workload, volume data serta RTO/RPO PEPC belum terlihat dalam informasi tender publik. Saat kondisi normal, perubahan data dari workload yang dilindungi harus tersedia pada recovery environment melalui mekanisme replication atau recovery yang ditetapkan. Ketika Primary DC tidak dapat digunakan, proses tidak berhenti pada menyalakan VM di DRC. Infrastruktur dasar dan network harus tersedia terlebih dahulu, kemudian identity/DNS, database, middleware dan API, baru aplikasi dapat dipulihkan sesuai recovery sequence. Setelah itu user harus dapat login dan menjalankan transaksi bisnis. Dengan demikian application dependency, bukan sekadar jumlah server, menjadi penentu apakah DRC benar-benar dapat mengambil alih operasi.

Skenario cyber menambah satu lapisan penting. Jika Primary terkena ransomware atau data corruption, replication yang terus berjalan justru dapat membawa kerusakan ke DRC. Karena itu recovery harus mampu menentukan clean recovery point, mengisolasi data yang terkontaminasi dan memvalidasi keamanan workload sebelum layanan diaktifkan kembali.
DRC dengan demikian harus mampu menangani bukan hanya kehilangan lokasi fisik, tetapi juga kehilangan kepercayaan terhadap data dan sistem Primary. Proyek baru selesai ketika kemampuan tersebut dibuktikan secara end-to-end. Primary harus dapat diasumsikan unavailable, recovery environment diaktifkan, data dan dependency dipulihkan, aplikasi digunakan oleh user, actual RTO/RPO diukur, kemudian perubahan data selama operasi DRC disinkronkan kembali dan layanan dikembalikan ke Primary melalui failback. DRC operational berarti business service berhasil pulih—bukan sekadar infrastructure installed.

Dari sisi kontrak, batas pekerjaan masih menjadi data yang harus dibuka. Perlu dipastikan mana yang menggunakan existing PEPC/Pertamina infrastructure dan mana yang benar-benar disediakan proyek: compute, storage, backup/replication, virtualization, network/security, software/license, connectivity, fasilitas DRC, migration, testing dan support. Terdapat indikasi procurement implementasi sekitar Rp 70 miliar, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai nilai kontrak final.
Total economics juga harus memasukkan biaya setelah DRC beroperasi berupa connectivity, license/subscription, facility/colocation, maintenance, cybersecurity, managed support dan periodic DR testing.


DATA PENENTU NILAI PROYEK
Protected Workload & Data → RTO/RPO → Recovery Architecture → Primary–DRC Bandwidth → Contract BOQ/Battery Limit → End-to-End DR Test → Implementation Spending + Annual Recurring Cost → 3–5 Year DRC TCO


PROJECT ESSENCE
PEPC tidak sekadar membangun tempat penyimpanan cadangan. Proyek ini membangun kemampuan agar ketika Primary Data Center kehilangan fungsi, layanan IT kritikal dapat dipulihkan dari data yang valid, dependency-nya kembali bekerja, operasi bisnis dapat dilanjutkan dari DRC, dan sistem kemudian dapat dikembalikan ke Primary secara terkendali.

Selengkapnya akses di www.Tender-Indonesia.com
Untuk membership maka silahkan hub :
1. Laras (+62 821-2561-2004)
2. Adi Wicaksono (+62 812-8083-9828)

Atau daftar membership online di :
https://tender-indonesia.com/m/register.php

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com