POTENSI BESAR PATEN INDONESIA MENUJU BISNIS INDUSTRI
Dari hasil riset menjadi teknologi, produk, dan peluang komersial DATA PAPARAN DJKI Periode 2015–2024: • 250.569 permohonan paten. • 41.684 permohonan dari dalam negeri (16,6%). • 208.885 permohonan dari luar negeri (83,4%).
SUMBER PATEN DOMESTIK • Perguruan tinggi: 56,6%. • Perorangan/inventor pribadi: 20,6%. • Lembaga litbang: 11,3%. • Badan usaha/industri: 11,0%. • Instansi pemerintah: 0,4%.
TINGKAT KOMERSIALISASI Materi paparan memperkirakan komersialisasi paten Indonesia sekitar 2–5%, dibandingkan Korea Selatan 69%, AS dan Jepang 60%, Eropa 55%, serta China (industri) 45%.
BIDANG TEKNOLOGI UTAMA Farmasi • Komunikasi digital • Transportasi • Kimia • Bioteknologi • Peralatan listrik dan energi.
PROSPEK BISNIS Lisensi teknologi, pengembangan produk, pilot project, investasi, kerja sama produksi, serta penerapan teknologi untuk proyek dan supply chain.
NILAI BAGI MEMBER Mengidentifikasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan membuka jejaring inventor, industri, serta mitra implementasi.
Catatan: seluruh angka merupakan data dan estimasi yang ditampilkan dalam materi paparan DJKI; metode perbandingan internasional belum diverifikasi secara independen.
ARAH VISUAL POSTER: Grafik komposisi paten, perbandingan komersialisasi, tujuh sektor teknologi, dan ilustrasi penerapan teknologi industri.