PERTAMINA EP • PETROCHINA JABUNG • MEDCO E&P NOVEMBER 2026 DRILLING FLUID • WELL SURVEILLANCE • PRODUCTION TREATMENT
Setelah kebutuhan rig, procurement November 2026 memperlihatkan pekerjaan yang terjadi selama pemboran hingga ketika sumur sudah berproduksi. Tiga paket dari Pertamina EP, PetroChina Jabung dan Medco E&P berada pada fase berbeda, tetapi bersama-sama menggambarkan bagaimana kebutuhan operasi berubah sepanjang siklus sebuah sumur. Pertamina EP menyiapkan dua paket Jasa Pengelolaan High Performance Water Based Mud untuk Pemboran Sumur-sumur. Area 1 memiliki perkiraan nilai USD95 juta dengan minimum TKDN 47%, sedangkan Area 2 USD90 juta dengan minimum TKDN 48%. Total kedua paket mencapai USD185 juta.
HPWBM berada langsung dalam proses pemboran. Drilling fluid harus dikelola mengikuti kondisi dan desain sumur selama lubang bor dibentuk. Karena itu besarnya kebutuhan tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan jumlah sumur yang dibor, kedalaman dan desain sumur, hole section serta lamanya aktivitas pemboran. Procurement plan belum memberikan parameter tersebut, sehingga USD185 juta menjadi sinyal penting untuk menelusuri program pemboran Area 1 dan Area 2 yang berada di belakang kebutuhan mud tersebut.
Setelah sumur memasuki fase operasi, kebutuhan berubah. PetroChina International Jabung menyiapkan Downhole Pressure and Temperature Electronic Memory Recorders, Slickline Equipment and Services sekitar Rp45 miliar, minimum TKDN 65%. Paket ini menunjukkan kegiatan pada sumur untuk memperoleh data pressure dan temperature downhole melalui pekerjaan slickline. Data tersebut membantu memberikan informasi mengenai kondisi sumur pada saat operasi.
Pada sisi pengelolaan produksi, Medco E&P Indonesia menyiapkan Crude Oil Treatment Services Using Demulsifier for SSB dan Rimau sekitar Rp36,39 miliar, minimum TKDN 35%. Fokusnya sudah berbeda dari pemboran: pekerjaan berada pada fluida yang telah diproduksikan, dengan penggunaan demulsifier untuk mendukung proses treatment crude oil.
WELL ACTIVITY CHAIN
Well Drilling → HPWBM Management → Well Completion → Production → Downhole P/T Surveillance & Slickline → Crude Oil Treatment
Ketiga tender tersebut bukan satu proyek yang sama, tetapi memperlihatkan tiga fase kegiatan sumur: membangun sumur, memonitor kondisi sumur setelah beroperasi, dan menangani fluida hasil produksi.
DATA YANG MASIH PERLU DITEMUKAN
Jumlah Sumur Area 1 & 2 • Drilling Schedule • Mud Requirement/Well • Jumlah Producing Wells • Slickline Runs • Production Volume SSB & Rimau • Contract Duration
KEY MESSAGE
Nilai USD185 juta HPWBM tidak cukup dibaca sebagai kebutuhan drilling fluid. Pertanyaan proyek yang lebih penting adalah seberapa besar program pemboran yang menciptakan kebutuhan tersebut. Setelah sumur berproduksi, spending kemudian bergeser menuju surveillance, well intervention dan treatment untuk mempertahankan performa produksi.
Selengkapnya akses di www.Tender-Indonesia.com Untuk membership maka silahkan hub :
1. Laras (+62 821-2561-2004) 2. Adi Wicaksono (+62 812-8083-9828)