PETA PROYEK & PENGEMBANG GEOTHERMAL DARI EKSPLORASI HINGGA EKSPANSI PEMBANGKIT
Pengembangan panas bumi Indonesia melibatkan BUMN dan perusahaan swasta melalui Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi (PSPE), serta pengembangan pembangkit eksisting.
BEBERAPA PROYEK DAN PENGEMBANG YANG PERLU DIIKUTI • Ulubelu Bottoming Unit, Lampung — PGE dan PLN Indonesia Power — 30 MW, LoI pengembangan 2026. • Lahendong Bottoming Unit, Sulawesi Utara — PGE dan PLN Indonesia Power — 15 MW, LoI pengembangan 2026. • Lumut Balai Unit 3, Sumatera Selatan — PGE — 55 MW, tahap eksekusi diumumkan pada 2026. • Hululais Unit 1 dan 2, Bengkulu — PGE — 110 MW, portofolio pengembangan. • Cubadak Panti, Sumatera Barat — PGE — potensi awal sekitar 77 MWe, penugasan survei dan eksplorasi. • Gunung Ungaran, Jawa Tengah — PLN — pengembangan wilayah panas bumi dengan izin yang diterbitkan pada 2026.
PELAKU INDUSTRI UTAMA Pertamina Geothermal Energy, Geo Dipa Energi, PLN, Star Energy Geothermal, Supreme Energy, serta pengembang lainnya memiliki peran dalam pengembangan dan pengoperasian panas bumi Indonesia.Setiap proyek memiliki tingkat kematangan yang berbeda. Proyek eksplorasi, pengembangan sumur, ekspansi kapasitas, dan optimalisasi pembangkit memerlukan paket pekerjaan dan supplier yang tidak sama. Status proyek harus diperiksa kembali sebelum diperlakukan sebagai peluang pengadaan aktif.