Indonesia memiliki ribuan unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar di wilayah kepulauan, perbatasan, dan daerah terpencil. Sebagian beroperasi secara terisolasi tanpa terhubung dengan jaringan kelistrikan utama.
Kondisi tersebut menimbulkan biaya operasional yang tinggi akibat kebutuhan BBM, transportasi antarpulau, pemeliharaan mesin, dan keterbatasan logistik.
Program dedieselisasi PLN dikembangkan untuk mengurangi penggunaan pembangkit diesel melalui energi terbarukan, sistem hybrid, konversi bahan bakar, dan interkoneksi jaringan.
CAKUPAN AWAL: LEBIH DARI 5.200 UNIT PLTD Inventarisasi awal sekitar 2.130 lokasi dan kapasitas total sekitar 2,37 GW. Angka tersebut bukan realisasi konversi maupun jumlah tender aktif.
EMPAT PENDEKATAN TEKNOLOGI: 1. PLTS + BATTERY ENERGY STORAGE SYSTEM (BESS) Menggabungkan pembangkit surya dan baterai untuk mengurangi jam operasi diesel, mengoptimalkan konsumsi energi, serta meningkatkan fleksibilitas pasokan listrik. 2. PEMBANGKIT MIKROHIDRO DAN ENERGI LOKAL Pemanfaatan potensi air, bioenergi, atau sumber energi setempat untuk wilayah yang memiliki sumber daya memadai. 3. SISTEM HYBRID DAN SMART MICROGRID Integrasi beberapa pembangkit melalui Energy Management System, pengaturan beban, monitoring digital, dan sistem penyimpanan energi. 4. INTERKONEKSI JARINGAN PLN Menghubungkan sistem terisolasi ke jaringan yang lebih besar melalui perluasan distribusi atau pembangunan kabel bawah laut.
POTENSI MANFAAT: • Mengurangi konsumsi dan biaya logistik BBM. • Mengurangi emisi pembangkitan. • Meningkatkan pemanfaatan energi lokal. • Memperkuat keandalan pasokan listrik. • Mendukung kegiatan ekonomi di wilayah terpencil.
Setiap lokasi memerlukan studi teknis dan keekonomian tersendiri. Tidak seluruh PLTD dapat digantikan menggunakan teknologi yang sama, dan sebagian masih diperlukan sebagai pembangkit cadangan.
Dedieselisasi merupakan transformasi sistem kelistrikan daerah, bukan sekadar penggantian mesin diesel dengan panel surya.
TENDER INDONESIA | Strategic Project & Networking Intelligence chat.tender-indonesia.com