Membaca Permintaan Kapal dari Pengembangan Proyek Migas Baru Di luar pengangkutan LNG, pengembangan lapangan migas membutuhkan Offshore Support Vessel (OSV) untuk penarikan fasilitas, penanganan jangkar, transportasi personel, dan pasokan logistik.
Dalam paparan SKK Migas, total proyeksi dukungan operasi mencapai 559 OSV, yang tersusun dari 522 existing OSV support, dua tambahan existing support, dan 35 kebutuhan proyek baru.
Kebutuhan tersebut dikaitkan dengan proyek Hidayah, Ande Ande Lumut, Abadi, Tuna, North Ganal, Mako, dan pengembangan Mubadala Energy.
Abadi di Blok Masela menonjol dengan proyeksi enam AHTS, tiga Crew Boat, dan tiga kapal logistics supply. Kebutuhan proyek lain lebih kecil, tetapi tetap membuka peluang kontrak bagi operator kapal dan penyedia jasa pendukung.
Pada tahap konstruksi, materi juga memperlihatkan kebutuhan fungsi kapal sebanyak 42 unit, terdiri dari 14 AHTS towing, tujuh Accommodation Work Barge, dan 21 Construction Support Vessel.
Kapal konstruksi diperlukan untuk mobilisasi material, pemasangan fasilitas, dukungan pekerjaan bawah laut, akomodasi pekerja, dan kegiatan instalasi.
Bagi industri pendukung, kebutuhan ini dapat diterjemahkan menjadi peluang marine engine, towing winch, hydraulic system, crane, lifting equipment, propeller, thruster, navigasi, keselamatan, dan jasa inspeksi.
PENTING: Angka 35 dan 42 berasal dari kategori kebutuhan yang berbeda. Tidak tepat menganggap seluruhnya sebagai 77 tender kapal baru atau menjumlahkannya tanpa memeriksa kemungkinan penggunaan armada yang sama.
SUMBER: Proyeksi kebutuhan OSV dan kapal pendukung konstruksi pada paparan SKK Migas.