17 LNG CARRIER TAMBAHAN: PASAR BARU PENGANGKUTAN GAS INDONESIA
Empat Pengembangan Proyek Menjadi Dasar Proyeksi Kebutuhan Armada Paparan SKK Migas memperlihatkan proyeksi kebutuhan tambahan 17 LNG carrier pada periode pengembangan proyek hingga 2030. Dengan empat kapal pada kelompok existing supply, total kebutuhan dalam perhitungan mencapai 21 kapal.
Rincian proyeksi tambahan: - Abadi, Blok Masela: 10 LNG carrier; produksi puncak 1.700 mmscfd. - Tangguh: 2 LNG carrier; produksi puncak 288 mmscfd. -Tuna: 1 LNG carrier; produksi puncak 114 mmscfd. - North Ganal: 4 LNG carrier; produksi puncak 593 mmscfd.
Perhitungan pada materi menggunakan asumsi waktu pelayaran sekitar 20 hari dan sekitar 16 kargo per kapal per tahun. Karena itu, jumlah kapal merupakan estimasi kebutuhan berdasarkan skenario operasional, bukan pengumuman tender pembangunan 17 kapal.
Bagi perusahaan pelayaran, informasi ini menjadi dasar untuk mempelajari model kontrak, kapasitas angkut, kepemilikan armada, dan kemungkinan kerja sama investasi.
Bagi industri manufaktur dan supplier, LNG carrier membutuhkan sistem cargo containment, peralatan kriogenik, cargo pump, valve, instrumentasi, gas detection, fire protection, mesin utama, generator, dan sistem otomasi. Peluang lainnya mencakup inspeksi, pemeliharaan, dukungan docking, serta jasa engineering.
Perusahaan nasional perlu memetakan persyaratan teknologi dan sertifikasi sejak dini karena kapal LNG memiliki standar keselamatan dan operasi yang sangat khusus.