RUBRIK VOLUME 117 :
 
 
ACADEMY
Belajar Peluang Di Balik Proyek Pemboran Migas
Nilai proyek pemboran eksplorasi & eksploitasi mencapai US$ 3.3 Miliar alias lebih Rp. 55 Triliun. Ini belum termasuk anggaran pengerjaan jasa sumur migas lainnya, seperti jasa cementing, mud logging, coil tubing, hydraulic work over, fracturing dll. Ini juga di luar anggaran jasa perawatan puluhan ribu sumur migas. Dan juga di luar pengadaan material sumur seperti casing tubing, chemical pemboran, mata bor, dll yang bisa puluhan Triliun Rupiah juga nilainya.

Maka dari semua anggaran hulu migas belasan Miliar US$ itu, alokasi 60 % anggaran biayanya untuk terkait sumur migas, dikenal sebagai Subsurface. Ini karena semuanya di bawah permukaan tanah. Selebihnya baru anggaran Surface Facility, seperti yang tampak ; tanki, pipeline, instalasi peralatan dan lainnya). Maka menarik untuk disimak bisnis jasa dan material serta peralatan apa saja yang mencakup itu dengan banyak variannya. Mulai yang umum seperti genset dan lampu penerangan proyek, alat berat crane & dozer dan lainnya. Sampai yang khusus dan specialist seperti rig dan lainnya.

Ini belum termasuk jasa logistics mobilisasi, belum juga catering, Dan akan lebih banyak penunjang apabila operasinya di laut (offshore). Semua ini rutin didiskusikan & sharing, baik inovasi, teknologi, kolaborasi, & peluang bisnisnya, bersama member TENDER INDONESIA dengan para pelaku dan perusahaan migas.

Tito Loho (CEO TENDER INDONESIA) juga merupakan Ketua Bid Hub Antar Lembaga APMI (Asosiasi Perusahaan Pemboran Migas & Panas Bumi Indonesia). Dan rutin menyusun data rig yang beroperasi di Indonesia.

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2024 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com