Tonggak Baru Transportasi Massal Modern di Kawasan Metropolitan Bandung Pemerintah resmi memulai pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung melalui seremoni groundbreaking sebagai bagian dari Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN).
Nilai investasi tahap Bandung mencapai sekitar Rp1,3 triliun, sedangkan keseluruhan program MASTRAN diproyeksikan bernilai sekitar Rp3,8 triliun.
Proyek strategis nasional ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan World Bank dan Agence Française de Développement (AFD) dalam upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, serta ramah lingkungan.
Pembangunan meliputi jalur khusus BRT sepanjang 21 kilometer, 34 stasiun BRT, 18 rute layanan langsung (direct service), sekitar 719 titik pemberhentian bus, pembangunan depo, penerapan Intelligent Transport System (ITS), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Layanan ini akan menghubungkan lima wilayah metropolitan, yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Di balik pembangunan sistem transportasi tersebut terdapat peluang bisnis yang sangat luas. Tidak hanya pekerjaan konstruksi jalan dan halte, tetapi juga pengadaan baja, beton, elektrikal, mekanikal, sistem ITS, telekomunikasi, CCTV, jaringan fiber optik, penerangan jalan, ticketing system, armada bus, depot, drainase, landscape, utilitas, hingga berbagai pekerjaan operasi dan pemeliharaan setelah proyek selesai.
Bagi perusahaan penyedia barang dan jasa konstruksi, proyek ini membuka kesempatan untuk terlibat dalam berbagai paket pekerjaan, baik sebagai kontraktor utama, subkontraktor, pemasok material, penyedia teknologi, maupun konsultan engineering.
Bagi member TENDER INDONESIA, proyek-proyek strategis seperti MASTRAN merupakan salah satu contoh peluang yang dapat dipantau sejak tahap awal. Dengan memahami perkembangan proyek, mengenali para pemilik proyek dan pelaksana, serta membangun jaringan bisnis lebih dini, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam rantai pasok proyek dibandingkan hanya menunggu proses tender diumumkan.