Industri migas Indonesia terdiri atas sektor Hulu & Hilir
HULU Sektor Hulu mencakup : Eksplorasi dan Eksploitasi, baik onshore maupun offshore. Perbedaannya adalah untuk offshore memerlukan berbagai tipe kapal saat bekerja. Walau secara prinsip cara kerjanya sama, tapi lebih rumit karena prosesnya berada di dasar laut, baik dangkal maupun laut dalam.
Akibatnya biaya jauh lebih mahal, termasuk biaya logistik dan proyek pembiran serta instalasi fasilitas produksinya.
HILIR Untuk sektor migas hilir mencakup system proses kilang (refinery), angkut, penyimpanan (storage / tanki timbun), dan distribusi (SPBU & SPOB - Oil Barge)
Ini secara kasar mata berbentuk system jaringan pipeline, tanki timbun untuk minyak mentah dan BBM, pengilangan (refinery), LNG plant, LPG Olant, transportasi Tanker BBM dan Crude Oil, serta jaringan truk dan SPBU.